Bosan kuliah! Itulah yang saya rasakan sekarang. Bosan tiap hari bawa-bawa tas gemblok yang seabot-abot. Bosan manteng di kelas berbulan-bulan cuma demi beberapa nilai A. Bosan disuruh-suruh bikin tugas ini tugas itu, ke persidangan ini persidangan itu…
Perasaan dulu gak gini dah…
Dulu gw ambisius, fokus, ngotot. Coba sejenak gw inget-inget lagi masa-masa itu…
Pas ikut psikotes buat seleksi masuk PPSDMS, saya mengalami satu kejadian yang luar biasa embarrassing. Gara-gara kejadian itu saya sempat berniat kabur dari tempat tes. Tapi saya ngotot & masang muka tebal. Saya tetep ikut psikotes, dengan kondisi sulit berkonsentrasi hampir di sepanjang tes karena terus memikirkan kejadian itu. Saya sempat menduga hasil psikotes bakal jeblok, ternyata akhirnya lulus, alhamdulillah…
Menjelang SPMB dulu adalah masa saya lagi gila-gilanya saban waktu dengerin siaran Bu Ayam, Dagienk-Desta, & Ersa-Imam di radio Prambors. Radio udah kayak pacar aja. Tapi ambisi besar untuk jebol SPMB membuat saya ngotot dan sanggup mengebiri hobi dengerin radio, menggantinya dengan hobi belajar siang-malam. Akhirnya lulus…
Baru-baru ini pas lagi pengen banget punya laptop, saya berusaha ngumpulin duit dengan cara bikin tulisan. Saya bikin target bakal punya laptop dalam sekian minggu dari hasil nulis. Saya nulis hampir tiap hari.Tapi gak ada satupun tulisan dimuat (waktu itu juga baru beberapa tulisan yang jadi sih). Ternyata, rezeki muncul dari sumber yang tak disangka-sangka. Memang saya gagal menghasilkan sepeser pun dari tulisan, tapi mungkin Allah menilai itu sebagai ikhtiar kuat, karena itu Allah memberi saya jalan yang lain.
(saat nulis bagian ini dada saya sesak karena terharu)
Baca Lanjutannya…
22 Mei 2007
Kategori: Tulisan saya . . Penulis: Ahmad Fikri . Komentar: & Komentar
Jum’at, selepas Isya’. Bandung malam ini 20° C, cukup sejuk buat saya tapi cukup dingin buat kebanyakan orang Jakarta yang mobil-mobilnya mulai berdatangan dari Cipularang. Kang Bus mengajak saya ke supermarket buah2an & KartikaSari untuk membeli sekadar kenang2an buat pembicara malam ini: Bapak H.M.Nuh, anggota DPRD Jabar, mengisi acara Dialog Tokoh di asrama. Kami berangkat naik motor, (seperti biasa) saya duduk di belakang.
Ngomong2 soal motor, di asrama ada sebuah helm ajaib yang ditelantarkan empunya. Helm itu yang biasa dipakai di saat2 darurat. Bentuknya bisa menutupi seluruh kepala, kecuali muka, karena gak ada kacanya. Saya bilang ajaib, karena helm itu tidak seperti helm2 lainnya. Biasanya, helm memiliki dua fungsi:
- Menghindari polisi lalu lintas;
- Meminimalisasi dampak kecelakaan;
Nb: Urutan di atas berdasarkan skala prioritas
Namun, helm ajaib ini istimewa, karena saya bisa terhindar dari polisi lalu lintas, tanpa harus terhindar dari kecelakaan.
(whatever…)
3 Mei 2007
Kategori: Tulisan saya . . Penulis: Ahmad Fikri . Komentar: & Komentar
Saya geli mendengar ucapan rekan yang membanggakan seorang ustad ngetop. Bukan sikap membanggakannya yang saya permasalahkan, tetapi ia mengagumi sang ustad di sisi yang salah.
Teman saya tidak berhasil menyentuh hati saya ketika berkata bahwa sang ustad, semasa kuliahnya, pernah didrop-out dua kali demi berdakwah di kampus. Deng…!
Di lingkungan saya yang intelektual ini, kenapa masih ada orang yang tidak memahami esensi dakwah kauniyah?
Tak terbayang bila suatu hari, terdengar kabar bahwa seorang aktivis dakwah di-DO dari kampus gara-gara nilainya ancur, sebagai konsekuensi dari “dakwah kampus” yang dijalankannya. Tentunya hal itu akan menjadi bahan olok-olokan! Mau ditaruh di mana muka ini? Jangan-jangan, gara-gara kejadian itu saya akan berhenti melibatkan diri dalam “dakwah kampus”. Atau, justru saya akan berusaha sekuat tenaga membuktikan bahwa saya bukanlah seorang aktivis dakwah yang –maaf– sebodoh dia, tetapi seorang aktivis dakwah yang juga berprestasi secara akademik.
Kita semua terlibat dalam berbagai dimensi kehidupan. Dalam dimensi-dimensi kehidupan, kita juga berhubungan dengan sejumlah orang. Dalam setiap hubungan, ada hak dan kewajiban yang harus dijaga atau dipenuhi. Baca Lanjutannya…
3 Mei 2007
Kategori: Tulisan saya . . Penulis: Ahmad Fikri . Komentar: & Komentar
Semester empat berakhir tidak lama lagi. Saya semakin dekat menuju cita-cita. Satu setengah tahun lagi (kalau lancar), lalu saya keluar dari kampus S1.
Tapi saya takut. Saya takut keluar dari dunia kampus yang ideal, menghampiri dunia nyata yang katanya buas di antara glamornya. Saya takut mencium bau melati di bawah hidung, sementara pedang hanya seinci sebelum menghujam perutku. Saya takut menyaksikan manusia memakan telinganya sendiri. Saya ingin berada di alam idealisme ini selamanya, andai bisa.
Baru kali ini saya setuju omongan Dekan Teknik itu: setahun tidak lama.
3 Mei 2007
Kategori: Tulisan saya . . Penulis: Ahmad Fikri . Komentar: & Komentar
Setiap tetes keringat yang terserap,
Helaan penat yang memaksa,
Kalimat menyerah yang dianulir,
Kalimat juang yang menggelegar,
Kalimat pasrah pada lima waktu,
Akan menjadi bagian dari kisah sukses,
dan mengisi bab sejarah dalam biografi kita.
24 April 2007
Kategori: Tulisan saya . . Penulis: Ahmad Fikri . Komentar: 1 Komentar