Long Day

Inilah adegan yang terjadi di asrama PPSDMS tadi pagi. Bila ada kemiripan cerita atau tokoh, itu karena emang ini cerita betulan… : p

SCENE 1: KAMAR
FAJRIN: Fik, bangun! Jam 4!! (Mengeluh sambil keluar kamar) Perasaan kita bangun jam 4 mulu…
Dunia berangsur-angsur damai kembali…
DEVAN: (Kaget) Wah, udah jam berapa nih??!
FIKRI: (Ikut kaget, trus turun ke bawah)

SCENE 2: R.TENGAH
MUADZIN: ALLAHUAKBAR 4x (dan seterusnya)
SEMUA: (Riuh tertawa-tawa) Wah, banyak yang gak sahur ya? Kok bisa, ya? Pada kecapekan, kayaknya.
DEVAN: Parah, nih, Fajrin gak bangunin!
FIKRI: Iya, nih, parah! (tertawa)
FAJRIN: (Cekikikan) Dih, udah dibangunin, juga!
Di depan TV, Zaky masih aja melahap Indomienya.
RAMAI-RAMAI: Hayo! hayo!
Zaky makin buru-buru. Dia menjadi pusat perhatian.
AEP: Dah adzan, Zek!
FIKRI: Masjidnya beda mazhab! (becanda, lho…)
FAJRIN: (Ngakak) Iya. Siapa tau masjid sebelah sono belom adzan!
ZAKY: Batasnya kan sampe adzan selesai.
Akhirnya tu anak selesai. Dia terbirit-birit ke dapur.
ZAKY: (Voice Over dari dapur) ADUH, AIR MINUM HABIS, YA???!
RAMAI-RAMAI: (Tertawa) Minum kuah Indomie aja!!
Tak lama, Uki datang.
UKI: Harusnya langsung muntahin.
YANG LAIN: Eh?
UKI: Kata Yusuf Qardhawi, kebanyakan ulama sepakat kalo udah adzan sahurnya langsung dimuntahin (mungkin maksudnya dihentikan). Ane baca dari situ (menunjuk perpustakaan).*)

YANG LAIN: Oh, gitu ya?
Husni muncul di tangga.
HUSNI: Ayo, ayo, shalat! Semangat!

SCENE 3: TEMPAT WUDHU
FIKRI: (Agak malas) Selamat menempuh hari yang panjang…
ILHAM: (Tertawa) Gak sahur, ya?
. . .

Note
*) Padahal, gw baca buku Fiqih Puasanya Yusuf Q ga begitu. Dari Abu Hurairah, “Apabila salah seorang dari kalian mendengar azan sementara piring sudah ada di tangan, janganlah piring itu diletakkan hingga ia menunaikan hajatnya.”

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar